Corona Bikin Ambruk UMKM Kukar
(kegiatan pembuatan kerajinan souvenir)
TENGGARONG- Pandemi
corona yang terjadi ditanah air, membuat ambruk para pelaku usaha di Kukar,
beberapa pelaku usaha sudah ada yang menyetop usaha, hingga merumahkan para
karyawan, dibutuhkan campur tangan pemerintah.
Pengrajin dan penjual
soevenir di Tenggarong, Santoso bercerita, usaha soevenir seperti hidup segan
mati tak mau, sudah tidak lagi menjual soevenir, sejak pandemi corona terjadi,
karena obyek wisata yang ada ditenggarong sepakat untuk tutup.
"Bulan lalu,
kami hanya dapat keuntungan Rp150 Ribu saja, ini sangat parah," ujarnya.
Yang lebih parah lagi
juga, dialami oleh UMKM yang memproduksi Teh Tiwai, melalui Ownernya Khalev
Sardi bercerita, dirinya harus mengambil keputusan merumahkan empat orang
karyawan, dan menyetop pasokan bawang tiwai dari petani lokal.
"Kami ikut terdampak dari corona yang menerjang dan menekan usaha kami, ketitik terparah
sehingga harus merumahkan karyawan," jelasnya.
Sardi memberikan
masukan ke Pemkab Kukar, harus ada campur tangan pemerintah untuk menyelamatkan
UMKM yang ambruk karena corona, pelaku umkm harus dilibatkan oleh pemerintah,
maka perekonomian UMKM akan terangkat.
"Kami bisa
membuat teh celup, seharus kami dilibatkan untuk membuat teh, yang dipergunakan
untuk membantu masyarakat, terus banyak UMKM yang mampu menjual beras kemasan,
ini bisa dilibar diorder oleh pemerintah untuk bantuan masyarakat, Pemkab malah
membeli beras rojo lele dari pemasok besar, saat kami ditolong dengan
dilibatkan dalam setiap kegiatan Pemkab, dalam percepatan penanganan dampak
covid-19 di kukar," pungkasnya
Sementara itu, pelaku
usaha rental mobil Tenggarong Ajad Sudrajat juga ikut menyampaikan keluh
kesahnya, jasa rental mobil ikut terpuruk, karena ada larangan keluar daerah
oleh pemerintah, yang lebih parah lagi, sebagian unit mobil masih kredit,
sehingga pembayaran kredil mobil ikut macet.
"90 persen supir
banyak yang nganggur imbas corona, sebelum corona masih ada satu atau dua yang
rental mobil, sekarang saat corona menerjang, dalam satu minggu hanya satu
konsumen saya yang rental mobil, kami rugi besar," jelasnya.(and)